30 June 2019 17:50 WIB

Lupa Ganti Oli Mesin, Ini Akibatnya

Banyak pengguna mobil yang kerap menganggap remeh penggantian oli. Padahal kalau lupa atau telat mengganti oli bisa fatal akibatnya. Oli tak cuma berfungsi sebagai pelumas mesin, tetapi juga punya fungsi membersihkan dan menjaga komponen mesin tetap sehat. Oli mesin sendiri memiliki jangka waktu sampai penggantiannya. Biasanya ditentukan dari seberapa keras mesin bekerja dan seringnya mobil digunakan. Kalau telat mengganti, atau bahkan tidak sama sekali, siap tanggung risiko berikut:

 

1. Boros Bahan Bakar

Ya, kalau oli sudah jelek dan tidak diganti, mobil bakal lebih boros dalam meminum bahan bakar. Kok bisa? Karena oli sebagai pelumas, mengahluskan gesekan antara komponen. Kalau gesekan halus, kinerja kian baik, performa maksimal. Kalau oli sudah jelek, kinerja mesin berkurang dan tarikan bakal lebih berat. Hasilnya, butuh sumber tenaga ekstra yang kemudian bakal lebih dalam menginjak pedal gas. Alhasil, proses pembakaran jadi lebih boros.

2. Kualitas Mesin Menurun

Seperti disebut fungsi oli, sebagai pelumas yang membantu memaksimalkan kinerja mesin. Sedangkan oli yang telat atau tidak diganti akan semakin hitam dan kental. Jelas dengan itu, kinerja oli jadi berkurang, berujung pada menurunnya performa dan kualitas mesin. Selain tarikan yang lebih berat, suara bakal mesin semakin kasar dan kalau sudah parah, mesin bakal sulit dinyalakan.

3. Overheating

Istilah overheating mengacu pada suhu mesin yang terlalu tinggi, di atas batas normal. Nah, overheating bisa terjadi, disebabkan salah satunya karena kondisi oli yang sudah jelek. Karena salah satu fungsi oli juga mendinginkan mesin. Kalau kondisi oli sudah jelek, performa mesin menurun, sering menyebabkan mesin cepat panas hingga terjadi overheat.

4. Rusaknya Komponen Mesin

Setelah kinerja menurun, mesin bisa menemui kerusakan akibat lupa mengganti oli. Pasalnya, oli mobil yang sudah melewati batas pakai akan kental dan kotor. Jadi ketika komponen yang seharusnya dilumasi oli, malah ikut dilumasi kotoran. Kalau oli itu dibiarkan terlalu lama, memberi beban lebih pada kerja mesin dan berpotensi menimbulkan karat, kerak, goresan dan yang paling parah bisa terbakar. Sedangkan komponen yang paling sering rusak akibat telat ganti oli yakni piston dan silinder.

Nah, itu tadi efek buruk akibat telat atau tidak mengganti oli mesin mobil. Kalau sudah parah dan mesin sampai rusak, tentu tak sedikit biaya yang harus dikeluarkan. Padahal mengganti oli dengan rutin dan sesuai anjuran, tak membutuhkan biaya dan waktu yang banyak. Malah seharusnya bisa ganti oli sendiri tanpa perlu menyambangi bengkel. 

Jadi, mengganti oli mesin secara berkala bisa mengoptimalkan kinerja mesin dan menghemat konsumsi bahan bakar. Lakukan pengecekan secara berkala, apalagi kalau mobil sering digunakan dalam kondisi macet. Jangan lupa juga untuk menggunakan oli yang sesuai anjuran dari pabrikan.