Mengapa Mesin Diesel Tidak Memerlukan Busi?
Mesin diesel sejak lama dikenal sebagai andalan kendaraan yang membutuhkan tenaga besar dan torsi melimpah. Mulai dari SUV hingga kendaraan operasional, mesin jenis ini populer karena efisiensinya, ketangguhannya, serta kemampuannya bekerja optimal dalam berbagai kondisi jalan.
Namun, masih banyak yang bertanya-tanya, apakah mesin diesel menggunakan busi seperti mesin bensin? Jawabannya cukup sederhana sekaligus menarik: tidak. Mesin diesel memiliki cara kerja yang berbeda sejak awal proses pembakaran.
Secara teknis, mesin diesel bekerja dengan prinsip compression ignition. Udara di dalam silinder dikompresi hingga mencapai tekanan dan suhu yang sangat tinggi. Ketika bahan bakar diesel disemprotkan ke ruang bakar, solar akan terbakar secara otomatis karena panas tersebut, tanpa membutuhkan percikan api.
Di sinilah perbedaan utama dengan mesin bensin. Mesin bensin memerlukan busi untuk memicu percikan api agar campuran udara dan bahan bakar bisa terbakar. Sementara pada mesin diesel, panas hasil kompresi sudah cukup untuk memulai pembakaran secara alami.
Alasan lain mengapa mesin diesel tidak menggunakan busi adalah karena tekanan ruang bakarnya jauh lebih tinggi. Kondisi ekstrem ini membuat busi tidak ideal digunakan karena berisiko cepat rusak. Selain itu, karakter bahan bakar diesel memiliki titik nyala lebih tinggi dibanding bensin, sehingga baru terbakar saat terkena suhu tinggi, bukan sekadar percikan api.
Sistem pembakaran otomatis ini juga membuat mesin diesel unggul dalam menghasilkan torsi besar, terutama di putaran rendah. Tanpa komponen busi, proses pembakaran menjadi lebih efisien, konsumsi bahan bakar lebih hemat, dan performa tetap stabil untuk penggunaan jangka panjang.
Tak heran jika mesin diesel dikenal lebih tahan lama dan siap menghadapi medan berat. Jika Hyundai Lovers ingin merasakan langsung karakter mesin diesel Hyundai yang bertenaga dan efisien, segera lakukan test drive mobil melalui tautan hyundaimobil.co.id/test-drive.