24 March 2026 07:00 WIB

6 Kesalahan Yang Sering Terjadi Saat Hujan Di Jalan Tol

Walaupun minggu-minggu terakhir ini suhu maksimum bisa mencapai 35-37 derajat Celcius, hujan masih sering menyapa kita di penjuru Tanah Air. Saudara-saudara kita yang mudik melewati jalan tol, seringkali mendapatkan perubahan situasi berkendara dalam hitungan detik ketika tiba-tiba hujan turun.

Permukaan aspal menjadi lebih licin, jarak pandang menurun, dan kendaraan di sekitar bisa melakukan manuver yang tidak terduga. Dalam kondisi seperti ini, banyak pengemudi merasa sudah cukup berhati-hati, tetapi tanpa sadar masih melakukan kesalahan kecil yang berpotensi berbahaya. Memahami 6 kesalahan yang sering terjadi saat hujan di jalan tol dapat membantu pengemudi menjaga perjalanan tetap aman dan nyaman.

1. Tetap Melaju dengan Kecepatan yang Sama
Salah satu kesalahan paling umum adalah tidak menurunkan kecepatan saat hujan. Padahal, air di permukaan jalan membuat daya cengkeram ban berkurang sehingga jarak pengereman menjadi lebih panjang. Mengurangi kecepatan secara bertahap membantu kendaraan tetap stabil dan memberi waktu lebih bagi pengemudi untuk bereaksi terhadap kondisi lalu lintas di depan.

2. Menjaga Jarak Terlalu Dekat
Saat hujan, jarak aman antar kendaraan seharusnya lebih panjang dibanding kondisi jalan kering. Namun banyak pengemudi tetap mempertahankan jarak yang sama seperti saat cuaca cerah. Jika kendaraan di depan mengerem mendadak, jarak yang terlalu dekat membuat risiko tabrakan meningkat. Memberi ruang tambahan di depan kendaraan adalah salah satu langkah defensive driving yang paling efektif.

3. Mengabaikan Genangan Air
Genangan di jalan tol sering terlihat sepele, tetapi dapat menyebabkan aquaplaning, yaitu kondisi ketika ban kehilangan kontak dengan permukaan jalan karena lapisan air. Saat ini terjadi, kendaraan bisa terasa seperti melayang dan sulit dikendalikan. Cara terbaik menghindarinya adalah mengurangi kecepatan sebelum melewati genangan serta menjaga setir tetap stabil.

4. Berpindah Jalur Secara Mendadak
Manuver mendadak saat hujan sangat berisiko karena ban membutuhkan waktu lebih lama untuk mendapatkan traksi. Berpindah jalur tanpa perhitungan dapat membuat kendaraan tergelincir atau mengejutkan pengemudi lain di sekitar. Sebelum berpindah jalur, pastikan lampu sein menyala, periksa spion, dan lakukan perpindahan secara halus.

5. Menyalakan Lampu Hazard Saat Mobil Tetap Melaju
Kesalahan lain yang masih sering terlihat di jalan tol adalah menyalakan lampu hazard ketika hujan deras, padahal kendaraan tetap melaju di jalur tengah atau bahkan jalur kanan. Lampu hazard seharusnya digunakan ketika kendaraan berhenti dalam kondisi darurat atau mengalami masalah di jalan. Saat hazard menyala, lampu sein tidak dapat digunakan sehingga kendaraan lain sulit membaca arah pergerakan mobil tersebut. Dalam kondisi hujan, penggunaan lampu utama dan lampu belakang sudah cukup membantu visibilitas kendaraan di jalan.

6. Tidak Memaksimalkan Fitur Kendaraan
Banyak mobil modern telah dilengkapi teknologi yang membantu menjaga stabilitas dan kenyamanan saat berkendara di kondisi cuaca buruk. Pada kendaraan seperti Hyundai Creta atau Hyundai Tucson misalnya, sistem keselamatan dan kontrol stabilitas dirancang untuk membantu kendaraan tetap terkendali ketika permukaan jalan licin. Dukungan teknologi seperti ini dapat membantu pengemudi mempertahankan kontrol kendaraan selama perjalanan.

Pada akhirnya, berkendara di jalan tol saat hujan membutuhkan kewaspadaan ekstra dan kemampuan membaca situasi di depan lebih cepat. Dengan menghindari kesalahan-kesalahan kecil tersebut, mulai dari mengatur kecepatan, menjaga jarak, hingga memanfaatkan teknologi kendaraan, perjalanan dapat tetap terasa aman, nyaman, dan terkendali meskipun cuaca tidak bersahabat

Setelah perjalanan mudik dan arus balik yang panjang, kondisi kendaraan tentu perlu kembali diperiksa agar tetap prima saat digunakan untuk aktivitas harian, termasuk kembali berangkat bekerja. PT Hyundai Mobil Indonesia juga memastikan layanan Booking Service hyundaimobil.co.id/booking-service tetap tersedia selama periode libur Lebaran dengan membuka sejumlah bengkel resmi pada 18–24 Maret 2026.

Melalui layanan ini, pemilik kendaraan Hyundai dapat melakukan pemeriksaan kendaraan, perawatan berkala, hingga pengecekan komponen penting setelah perjalanan jauh. Informasi lengkap mengenai layanan tersebut dapat dilihat melalui pengumuman resmi pada laman berita berikut: Bengkel Resmi Hyundai Tetap Buka Selama Libur Lebaran 18–24 Maret 2026. Dengan kendaraan yang kembali dalam kondisi optimal, aktivitas setelah libur panjang pun dapat dijalani dengan lebih nyaman dan aman.