01 October 2026 07:00 WIB

Ban Mobil Habis Ditambal, Perlukah Balancing Lagi?

Ban bocor karena tertusuk paku atau benda tajam merupakan kondisi yang cukup sering dialami saat berkendara. Setelah ban diperbaiki, tidak sedikit pemilik mobil yang kemudian bertanya apakah roda perlu langsung menjalani balancing lagi. Jawabannya bergantung pada proses perbaikannya. Balancing bekerja pada keseluruhan rakitan ban dan velg, sehingga perhatian utamanya bukan pada tambalan semata, melainkan kondisi roda setelah ban dilepas, diperbaiki, lalu dipasang kembali. 

Saat ban dilepas dari velg, posisi ban terhadap velg dapat berubah ketika kembali dipasang. Perubahan posisi tersebut dapat memengaruhi distribusi bobot pada rakitan roda yang berputar. Karena itu, setelah ban dilepas dan dipasang kembali, keseimbangan roda sebaiknya diperiksa dan dilakukan balancing apabila hasil pengukuran menunjukkan adanya ketidakseimbangan. Prosesnya menggunakan mesin balancing untuk membaca distribusi bobot roda, kemudian teknisi menentukan posisi serta bobot pemberat yang diperlukan pada velg.

Artinya, ban yang ditambal tidak otomatis berarti wajib balancing, terutama jika penanganannya tidak mengubah kondisi rakitan ban dan velg secara signifikan. Namun, apabila proses perbaikan mengharuskan ban dilepas dari velg, pemeriksaan balancing menjadi langkah yang patut dilakukan. Hal ini berbeda dengan kondisi ketika ban hanya mengalami kebocoran dan diperbaiki tanpa pekerjaan lain pada rakitan roda. Keputusan akhirnya tetap berdasarkan hasil pemeriksaan, bukan semata-mata karena ban baru saja ditambal.

Yang juga perlu diperhatikan adalah kualitas dan lokasi kerusakan ban. Tidak semua ban yang terkena paku atau benda tajam dapat diperbaiki. Hyundai Mobil Indonesia menjelaskan bahwa ukuran dan posisi kerusakan perlu menjadi pertimbangan, terutama jika kerusakan sudah menyentuh bagian yang memengaruhi struktur ban. Kerusakan pada sidewall atau ban yang mengalami sobek tidak seharusnya dipaksakan untuk ditambal, sementara jumlah dan jarak antartambalan juga perlu diperhatikan.

Setelah ban selesai diperbaiki dan dipasang kembali, perhatikan pula perubahan yang terasa ketika mobil dikendarai. Jika muncul getaran pada setir atau kabin yang sebelumnya tidak ada, roda perlu diperiksa untuk mengetahui sumbernya. Getaran tidak selalu berarti balancing bermasalah karena kondisi ban dan velg juga dapat memengaruhi putaran roda. Velg yang berubah bentuk akibat menghantam lubang, misalnya, dapat ikut memengaruhi keseimbangan roda dan membutuhkan pemeriksaan tersendiri.

Karena itu, pemeriksaan setelah perbaikan ban sebaiknya tidak hanya berfokus pada apakah kebocoran sudah berhenti. Kondisi ban, velg, tekanan angin, serta keseimbangan roda perlu dilihat sebagai satu kesatuan. Terlebih jika ban harus dilepas dari velg saat diperbaiki, teknisi dapat memastikan kembali apakah roda sudah berada dalam kondisi seimbang sebelum kendaraan digunakan secara normal. Dengan cara ini, gejala seperti getaran yang muncul setelah perbaikan dapat diketahui lebih awal dan tidak langsung dianggap sebagai masalah pada komponen kaki-kaki lainnya.

Bila ban mobil Hyundai Anda baru saja diperbaiki dan ingin memastikan kondisi roda tetap baik, lakukan pemeriksaan ban dan velg serta balancing sesuai kebutuhan kendaraan di bengkel resmi Hyundai. Perawatan dapat mencakup pemeriksaan kondisi roda, ban, velg, hingga penanganan apabila ditemukan masalah pada bagian tersebut. Untuk memudahkan penjadwalan perawatan dan perbaikan roda, Anda dapat melakukan janji pengecekan, perbaikan maupun perawatan di jaringan mega dealer Hyundai Mobil Indonesia melalui Booking Service Hyundai Mobil Indonesia di hyundaimobil.co.id/booking-service.