17 October 2026 08:00 WIB

Mengapa Tekanan Ban Turun Berulang Kali, Tetapi Tidak Terlihat Bocor?

Tekanan ban yang kembali berkurang setelah diisi angin perlu diperiksa, terutama jika terjadi berulang pada ban yang sama. Tidak ditemukannya paku atau benda asing pada tapak ban bukan berarti tidak ada kebocoran. Udara bisa keluar melalui lubang kecil, pentil yang tidak kedap, atau sambungan antara ban dan velg yang bermasalah.

Pada mobil modern yang dilengkapi Tire Pressure Monitoring System (TPMS), pengemudi dapat menerima peringatan ketika tekanan ban berada di bawah ambang yang ditentukan sistem. Namun, TPMS tidak selalu memberikan peringatan untuk setiap penurunan tekanan yang kecil. Karena itu, kondisi ban tetap perlu diperhatikan, terutama ketika tekanan pada salah satu roda berulang kali berkurang.

Berikut 5 kemungkinan penyebab tekanan ban terus turun meskipun tidak terlihat bocor:

1. Kebocoran Kecil pada Permukaan Ban
Paku, kawat, atau benda tajam lain dapat menembus tapak ban dan meninggalkan lubang berukuran kecil. Udara yang keluar melalui lubang tersebut mungkin hanya sedikit, sehingga ban tidak langsung kempis dan kerusakannya sulit dikenali saat dilihat sekilas. Benda penyebab kebocoran juga bisa tertanam di antara alur tapak atau tertutup kotoran. Pemeriksaan visual saja belum tentu cukup untuk menemukan sumber masalah. Teknisi dapat memeriksa permukaan ban dan menggunakan larutan pendeteksi kebocoran untuk mengetahui titik keluarnya udara.

2. Pentil Ban Tidak Lagi Kedap
Pentil menjaga udara tetap berada di dalam ban. Jika inti pentil longgar, kotor, atau rusak, udara dapat keluar secara perlahan. Karet pada pangkal pentil juga bisa mengalami penuaan sehingga tidak lagi menutup dengan rapat. Kebocoran pada bagian ini tidak selalu meninggalkan tanda pada permukaan ban. Karena itu, pemeriksaan perlu mencakup inti pentil dan bagian tempat pentil terpasang pada velg. Jika ditemukan kebocoran, teknisi dapat menentukan apakah cukup mengganti inti pentil atau perlu mengganti komponen lainnya.

3. Sambungan Ban dan Velg Tidak Rapat
Pada ban tubeless, udara tertahan berkat kerapatan antara bead ban dan permukaan dudukan pada velg. Karat, kotoran, korosi, atau perubahan bentuk velg dapat mengganggu bidang kontak tersebut dan memungkinkan udara keluar sedikit demi sedikit. Kondisi ini dapat terjadi tanpa adanya paku atau lubang pada tapak ban. Untuk memastikannya, pemeriksaan perlu dilakukan di sepanjang sambungan ban dan velg. Penanganannya bergantung pada penyebab kebocoran, mulai dari membersihkan permukaan dudukan hingga memperbaiki atau mengganti velg yang mengalami kerusakan.

4. Tekanan Berubah akibat Suhu
Tekanan udara di dalam ban berubah mengikuti suhu. Ketika suhu udara turun, tekanan ban ikut menurun; sebaliknya, tekanan dapat meningkat ketika ban menghangat setelah digunakan. Perubahan ini tidak selalu menandakan kebocoran. Agar hasil pengukuran dapat dibandingkan secara konsisten, tekanan ban sebaiknya diperiksa ketika ban dingin, misalnya setelah mobil terparkir setidaknya tiga jam. Gunakan angka rekomendasi pabrikan yang tercantum pada label kendaraan atau buku manual, bukan angka tekanan maksimum pada dinding ban. Jika tekanan terus berkurang meskipun pengukuran dilakukan dalam kondisi serupa, kemungkinan kebocoran perlu diperiksa.

5. Ban atau Velg Mengalami Kerusakan
Benturan keras ketika melewati lubang jalan atau menghantam tepi jalan dapat merusak struktur ban maupun bentuk velg. Kerusakan pada dinding ban, retakan pada velg, atau perubahan bentuk pada bidang dudukan ban dapat menyebabkan udara keluar meskipun tidak ada lubang yang terlihat pada tapak. Periksa apakah terdapat benjolan, sayatan, retakan, atau perubahan bentuk pada ban dan velg. Benjolan pada dinding ban dapat mengindikasikan kerusakan struktur internal dan tidak boleh dianggap selesai hanya dengan menambah angin. Kondisi seperti ini perlu dinilai oleh teknisi untuk menentukan apakah ban masih layak digunakan atau harus diganti.

Tekanan ban yang terus berkurang tidak cukup ditangani dengan menambah angin setiap kali tekanannya turun. Tekanan di bawah rekomendasi dapat meningkatkan hambatan gulir dan panas pada ban, serta memengaruhi pengendalian kendaraan. Pada mobil dengan TPMS, peringatan dari sistem tersebut tetap perlu ditindaklanjuti dengan pemeriksaan untuk mengetahui penyebabnya.

Jika tekanan kembali berkurang setelah disesuaikan dengan rekomendasi pabrikan, sumber masalah perlu diperiksa mulai dari permukaan ban dan pentil hingga sambungan ban dengan velg serta kondisi roda. Hasil pemeriksaan akan membantu menentukan apakah kebocoran dapat diperbaiki atau ada komponen yang harus diganti. Untuk pemeriksaan lebih lanjut, jadwalkan kunjungan ke bengkel resmi Hyundai melalui Booking Service di hyundaimobil.co.id/booking-service.