08 January 2026 06:00 WIB

Panduan Penting Penderekan Hyundai Yang Wajib Diketahui

Penderekan mobil sering dianggap sebagai solusi darurat yang sederhana. Saat mobil bermasalah, derek datang, lalu urusan selesai. Kenyataannya, pada kendaraan modern Hyundai yang dibekali sistem penggerak dan fitur keselamatan canggih, penderekan justru menjadi tahapan penting yang wajib diperhatikan, agar tidak menimbulkan kerusakan lanjutan. Kesalahan metode derek dapat merusak transmisi, sistem penggerak, hingga memicu aktifnya sistem keselamatan di luar kondisi seharusnya. Karena itu, Hyundai menyarankan pemilik kendaraan untuk menghubungi dealer resmi atau layanan derek profesional saat penderekan diperlukan.

Perbedaan sistem penggerak menjadi alasan utama mengapa penderekan tidak bisa disamaratakan. Kendaraan Hyundai berpenggerak 4WD wajib diderek dengan semua roda terangkat dari permukaan jalan menggunakan wheel lift dengan troli atau truk flatbed. Metode lain berisiko membuat komponen drivetrain bekerja tanpa pelumasan yang memadai. Sementara itu, kendaraan 2WD masih memungkinkan diderek dengan roda belakang menyentuh jalan dan roda depan terangkat, meski penggunaan troli derek atau truk flatbed tetap sangat dianjurkan untuk mengurangi risiko kerusakan.

Dalam kondisi tertentu, seperti saat roda penggerak atau komponen suspensi mengalami kerusakan, kendaraan 2WD tidak boleh diderek secara konvensional. Jika kendaraan harus ditarik dengan roda depan menyentuh permukaan jalan, maka penggunaan troli derek di bawah roda depan menjadi keharusan. Langkah ini penting untuk mencegah beban berlebih pada transmisi dan sistem kemudi, terutama ketika kendaraan dipindahkan dalam jarak yang tidak singkat.

Saat kendaraan harus ditarik tanpa menggunakan troli derek, ada prosedur yang tidak boleh diabaikan. Rem parkir harus dilepaskan sebelum mesin dimatikan, transmisi dipindahkan ke posisi netral dengan menekan pedal rem, lalu tombol Engine Start/Stop diatur ke posisi OFF dan dilanjutkan ke ACC. Urutan ini memastikan sistem transmisi tidak terkunci dan kendaraan berada dalam kondisi aman selama proses penderekan berlangsung.

Perhatian khusus juga perlu diberikan pada kendaraan yang dilengkapi sensor rollover. Jika tombol Engine Start/Stop tidak berada di posisi OFF atau ACC saat penderekan, sensor dapat salah mendeteksi kondisi kendaraan sebagai terguling. Akibatnya, airbag samping dan airbag tirai berpotensi mengembang secara tiba-tiba, yang bukan hanya merusak interior kendaraan, tetapi juga membahayakan petugas derek dan lingkungan sekitar.

Untuk mencegah kerusakan, Hyundai menegaskan sejumlah larangan penting selama penderekan, seperti tidak mengangkat kendaraan melalui trailer hitch, bodi, atau rangka, tidak menderek dengan roda depan menyentuh jalan, serta tidak menggunakan perangkat derek tipe sling. Hanya wheel lift atau truk flatbed yang direkomendasikan, dengan transmisi selalu berada di posisi netral. Pada akhirnya, penderekan bukan sekadar memindahkan mobil, melainkan proses teknis yang menuntut ketepatan demi menjaga kendaraan tetap aman dan utuh.

Jika kendaraan Hyundai kesayangan mengalami gangguan, kerusakan akibat kondisi darurat, atau membutuhkan pemeriksaan lanjutan setelah penderekan, langkah paling aman adalah mempercayakannya kepada bengkel resmi Hyundai. Teknisi tersertifikasi, peralatan standar pabrikan, serta penggunaan suku cadang asli memastikan setiap komponen diperiksa dan ditangani sesuai spesifikasi. Untuk kemudahan dan kepastian layanan, Hyundai Lovers dapat langsung melakukan pemesanan servis melalui hyundaimobil.co.id/booking-service, sehingga kendaraan kembali prima tanpa risiko penanganan yang keliru.