22 August 2026 07:00 WIB

Hyundai NEIRA: Dari Identitas Indonesia Menuju SUV Listrik Lokal

Banda Neira menjadi sumber nama bagi NEIRA, prototipe SUV listrik tujuh penumpang yang diperkenalkan Hyundai di GIIAS 2026. Nama tersebut diambil dari Banda Neira, daerah di Kepulauan Banda, Maluku, yang dikenal dengan kekayaan sejarah, budaya, dan keindahan alam.

Pilihan nama itu bukan langkah pertama Hyundai menggunakan identitas Indonesia pada produknya. Sebelumnya, STARGAZER Cartenz mengambil inspirasi dari Puncak Cartenz, Indonesia. Hyundai menyebut STARGAZER Cartenz dan STARGAZER Cartenz X sebagai bagian dari langkah menghadirkan “The Real Indonesian Car”, dengan pengembangan yang disesuaikan untuk jalan dan kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia. Kedua model tersebut juga diproduksi di Indonesia dan dipersiapkan untuk pasar internasional.

Kini, pendekatan tersebut hadir pada kendaraan listrik melalui NEIRA. Hyundai memperkenalkannya sebagai prototipe SUV EV tujuh penumpang yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan mobilitas ramah lingkungan keluarga Indonesia. Yang membuat NEIRA lebih menarik, Hyundai tidak berhenti pada pengenalan prototipe. Kendaraan ini ditargetkan untuk masuk ke tahap produksi lokal di fasilitas Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI) di Cikarang, Jawa Barat.

Lalu, apa yang membuat NEIRA pantas untuk ditunggu?

1. SUV Listrik Tujuh Penumpang
NEIRA diperkenalkan sebagai SUV listrik tujuh penumpang yang dirancang untuk kebutuhan mobilitas ramah lingkungan keluarga Indonesia. Untuk saat ini, statusnya masih prototipe dan Hyundai belum membuka seluruh spesifikasi teknis kendaraan tersebut. Format tujuh penumpang menempatkan NEIRA pada ceruk kendaraan listrik yang ditujukan untuk kebutuhan keluarga dengan kapasitas penumpang lebih besar.

2. Target TKDN Sekitar 80 Persen
Lokalisasi menjadi salah satu bagian terpenting dari rencana NEIRA. Hyundai menargetkan tingkat komponen dalam negeri atau TKDN kendaraan ini berada di sekitar 80 persen. “TKDN-nya bisa dipastikan kira-kira 80 persen. Produksinya kita harapkan bisa lebih cepat di tahun ini. Kalau misalnya sampai mundur pun ya mungkin di awal-awal tahun depan,” kata Chief Operating Officer PT Hyundai Motors Indonesia Fransiscus Soerjopranoto saat GIIAS 2026. NEIRA ditargetkan dirakit di fasilitas HMMI di Cikarang. Fransiscus Soerjopranoto juga menyebutnya sebagai “produk lokal, produk Indonesia”. Dengan target tersebut, NEIRA sejak awal diarahkan bukan hanya sebagai EV yang dipasarkan di Indonesia, tetapi kendaraan dengan kandungan lokal yang tinggi.

3. Membawa Nama Indonesia
NEIRA mengambil nama dari Banda Neira. Sebelumnya, Hyundai menggunakan nama Cartenz yang terinspirasi dari Puncak Cartenz. Keduanya memiliki pendekatan yang sama, mengambil referensi dari Indonesia dan menjadikannya bagian dari identitas produk Hyundai. Pada NEIRA, pendekatan tersebut hadir pada sebuah prototipe SUV listrik tujuh penumpang.

4. Masih Menunggu Spesifikasi Final
Karena masih berstatus prototipe, detail teknis NEIRA belum seluruhnya diumumkan Hyundai. Kapasitas baterai, tenaga motor listrik, jarak tempuh, kemampuan pengisian daya, hingga spesifikasi final lainnya masih menunggu pengumuman resmi Hyundai. Sebagai prototipe yang masih dikembangkan, NEIRA juga berpeluang mengalami penyempurnaan sebelum memasuki tahap produksi, termasuk berdasarkan masukan dari publik dan calon pengguna.

Dari Cartenz ke NEIRA, identitas Indonesia kembali menjadi bagian dari produk Hyundai. Bedanya, kali ini pendekatan tersebut dibawa ke kendaraan listrik yang diproyeksikan masuk ke produksi lokal.

Ingin mengetahui lebih jauh mengenai produk dan promo di PT Hyundai Mobil Indonesia? Tanyakan langsung kepada DITA melalui Hyundai DITA di hyundaimobil.co.id/hyundai-dita.