Mobil Listrik Juga Bisa “Kepanasan”, Ini Cara Hyundai Menjaga Suhu Baterainya
Mobil listrik tidak memiliki mesin pembakaran internal, tetapi bukan berarti tidak menghasilkan panas. Baterai menghasilkan listrik melalui reaksi kimia dan temperatur menjadi salah satu faktor yang memengaruhi proses tersebut. Hyundai menjelaskan bahwa baterai bekerja paling efisien pada kisaran suhu 20 hingga 30 derajat Celsius. Ketika temperatur perlu dikendalikan, salah satu bagian yang digunakan pada mobil listrik adalah battery coolant atau cairan pendingin baterai.
Istilah battery coolant mungkin belum terlalu familiar bagi sebagian pemilik mobil listrik. Selama ini perhatian terhadap kendaraan listrik lebih sering tertuju pada kapasitas baterai, jarak tempuh, dan proses pengisian daya. Padahal, temperatur baterai juga menjadi bagian yang diperhatikan oleh sistem kendaraan. Battery coolant berfungsi membantu menjaga baterai dari kondisi suhu yang dapat memengaruhi kinerjanya.
Mengapa baterai membutuhkan pendingin? Salah satu situasinya terjadi ketika baterai menerima energi dari charger. Pengisian daya yang lebih cepat, dengan arus dan tegangan yang lebih tinggi, menghasilkan panas lebih banyak. Karena itu, pendingin baterai digunakan untuk membantu mengimbangi panas yang timbul selama proses tersebut.
Pada IONIQ 5, Hyundai mencantumkan coolant khusus untuk High Voltage Battery dalam daftar cairan kendaraan, terpisah dari coolant untuk Electric Devices & Motor. Spesifikasi dan konstruksi sistem dapat berbeda pada setiap model, sehingga jenis coolant, cara kerja sistem, maupun prosedur perawatannya tidak dapat disamaratakan untuk seluruh mobil listrik.
Hal ini juga menjelaskan mengapa battery coolant tidak dapat dianggap sama begitu saja dengan coolant pada mobil bermesin konvensional. Fungsi dasarnya memang berkaitan dengan pengendalian temperatur, tetapi cairan yang digunakan harus sesuai dengan spesifikasi kendaraan. Pemilik tidak sebaiknya menentukan jenis coolant hanya berdasarkan warna atau menganggap semua cairan pendingin dapat digunakan untuk sistem yang sama.
Perawatan battery coolant pun mengikuti ketentuan kendaraan masing-masing. Hyundai Mobil Indonesia menyarankan pemilik berkonsultasi dengan bengkel resmi apabila membutuhkan pemeriksaan atau penggantian cairan pendingin baterai. Dengan begitu, jenis cairan dan prosedur yang digunakan dapat disesuaikan dengan spesifikasi kendaraan yang ditangani.
Yang juga perlu dipahami, battery coolant bukan satu-satunya bagian yang berkaitan dengan temperatur pada mobil listrik. Sistem kendaraan dirancang untuk mengelola kondisi baterai sesuai kebutuhan operasionalnya. Karena karakter setiap model berbeda, informasi mengenai sistem pendinginan, jenis cairan, dan jadwal perawatan sebaiknya mengacu pada buku manual serta ketentuan servis kendaraan yang bersangkutan.
Bagi pemilik Hyundai EV, pemeriksaan sistem pendinginan baterai dapat dilakukan bersamaan dengan perawatan kendaraan. Tidak perlu menunggu muncul masalah untuk menanyakan kondisi coolant. Jika pada jadwal perawatan terdapat pemeriksaan atau penggantian cairan tertentu, teknisi bengkel resmi Hyundai dapat melakukan pengecekan sesuai prosedur yang berlaku untuk model kendaraan tersebut.
Dengan mengenal battery coolant, pemilik mobil listrik setidaknya mengetahui bahwa pengelolaan temperatur merupakan bagian dari teknologi kendaraan listrik. Baterai tidak hanya menyimpan dan menyalurkan energi, tetapi juga bekerja dalam kondisi temperatur yang perlu dikendalikan. Karena itu, sistem pendinginan menjadi salah satu bagian yang ikut diperhatikan dalam perawatan kendaraan listrik.
Jika mobil Hyundai Anda sudah memasuki jadwal perawatan atau ingin melakukan pemeriksaan terkait sistem kendaraan listrik, Anda dapat menentukan jadwal kunjungan ke bengkel resmi melalui Booking Service Hyundai Mobil Indonesia. Pilih dealer, tanggal, dan data kendaraan melalui layanan online agar kunjungan servis dapat dipersiapkan sebelumnya. Jadwalkan perawatan kendaraan Anda melalui Booking Service Hyundai di hyundaimobil.co.id/booking-service.