09 September 2026 10:00 WIB

Abu Vulkanik Merusak Mobil? Ini Bagian Yang Wajib Dicek

Abu vulkanik terdiri dari partikel mineral dan material batuan berukuran sangat halus. Karakternya abrasif dan dapat mengandung senyawa yang bersifat korosif. Pada mobil, dampaknya terutama terjadi pada permukaan cat, kaca, sistem intake, filter, rem, komponen kolong, dan sistem ventilasi kabin.

Tingkat kerusakan ditentukan oleh ketebalan abu, lama paparan, kondisi basah atau kering, serta apakah kendaraan digunakan selama abu masih berada di udara.

1. Cat dan Clear Coat
Partikel abu yang menempel pada bodi dapat menggores clear coat ketika digosok atau dilap. Micro-scratch paling mudah muncul saat permukaan masih kering karena partikel mineral ikut terseret sepanjang panel. Karena itu, jangan membersihkan abu dengan kain kering, kemoceng, atau metode yang menghasilkan gesekan langsung. Abu perlu dibilas terlebih dahulu untuk mengurangi jumlah partikel padat di permukaan sebelum pencucian menggunakan shampoo.

2. Kaca dan Wiper
Abu pada kaca dapat menyebabkan goresan jika tersapu wiper. Karet wiper akan membawa partikel mineral sepanjang permukaan kaca, terutama ketika kaca kering atau hanya sedikit basah. Goresan mikro dapat mengganggu visibilitas dan meningkatkan glare pada malam hari. Kaca sebaiknya dibilas sampai sebagian besar abu terangkat sebelum wiper digunakan.

3. Air Filter dan Intake Mesin
Paparan abu dalam konsentrasi tinggi dapat mempercepat penyumbatan air filter. Filter yang jenuh meningkatkan hambatan aliran udara dan dapat menurunkan suplai udara ke mesin. Risiko lebih serius terjadi jika partikel berhasil melewati sistem filtrasi. Material abrasif dapat masuk ke sistem intake dan berpotensi mempercepat keausan komponen internal mesin. Setelah paparan berat, air filter perlu diperiksa sebelum kendaraan kembali digunakan.

4. Rem, Roda dan Kolong
Abu dapat masuk ke area cakram, kaliper, rumah roda, suspensi dan kolong. Kontaminasi yang bercampur air dan kotoran dapat membentuk residu pada permukaan komponen. Bagian bawah kendaraan perlu dibilas secara menyeluruh, terutama setelah kendaraan terkena abu dalam jumlah besar. Sistem rem juga perlu diperiksa jika kendaraan sempat digunakan dalam kondisi paparan tinggi.

5. Air Hujan dan Korosi
Hujan tidak menghilangkan seluruh abu. Air justru dapat membawa partikel ke sambungan panel, emblem, trim, rumah roda dan celah kolong. Komponen mineral dan senyawa tertentu dalam abu dapat meningkatkan risiko korosi ketika bercampur dengan air dan kelembapan. Mobil yang terkena abu lalu kehujanan tetap perlu dicuci dan dibilas menyeluruh.

6. Filter Kabin dan AC
Filter kabin menahan partikel dari udara luar. Paparan abu vulkanik dalam konsentrasi tinggi dapat mempercepat saturasi filter dan mengurangi aliran udara AC. Jika kendaraan digunakan selama kondisi berabu, cabin filter perlu diperiksa. Penggantian diperlukan jika filter sudah penuh atau mengalami kontaminasi berat.

7. Prosedur Pembersihan
Urutan pembersihan menentukan risiko kerusakan permukaan. Abu sebaiknya dihilangkan sebanyak mungkin menggunakan air sebelum kontak mekanis dengan cat atau kaca. Setelah sebagian besar partikel terangkat, lakukan pencucian menggunakan shampoo mobil. Area roda, rumah roda dan kolong juga perlu dibilas. Untuk paparan berat, periksa air filter mesin, cabin filter, sistem intake dan komponen rem.

Semakin lama mobil digunakan dalam kondisi abu masih beterbangan, semakin besar kemungkinan partikel masuk ke sistem kendaraan. Karena itu, pemeriksaan mekanis diperlukan jika kendaraan mengalami paparan berat atau digunakan selama erupsi. 

Untuk memastikan mobil tetap dalam kondisi optimal setelah terpapar abu vulkanik, lakukan pemeriksaan di bengkel resmi Hyundai, terutama jika kendaraan sempat digunakan saat paparan abu tinggi. Pemeriksaan dapat mencakup kondisi filter udara, filter kabin, sistem intake, rem, serta bagian bawah kendaraan. Jadwalkan pemeriksaan melalui Booking Service Hyundai di hyundaimobil.co.id/booking-service dan sampaikan bahwa kendaraan sebelumnya terpapar abu vulkanik agar pemeriksaan dapat dilakukan sesuai kondisinya.